Kamis, 27 Desember 2012

3 Kata- Episode 3



            “Adi kemana? Kok hari ini tidak mucul?” tanya Wawa saat mengabsen temanya. “Permisi, ada surat dispen!” kata kakak kelas XI yang tiba-tiba muncul saat itu. “O… ini alasannya kenapa Adi, enggak  masuk. “ kata Wawa kepada dirinya sendiri. Setelah itu Wawa mendapat ribuan pertanyaan oleh teman-temannya di kelas karena hal ini menyangkut tentang atlet ganteng di kelas X-A. Dengan terpaksa Wawa menbaca surat dispen yang tadi diberikan oleh kelas XI di dalamnya, disebutkan Adi mengikuti pertandingan basket mewakili sekolah. Anak perempuan ternganga dan Shifa hanya diam dan senyum-senyum sendiri. “Hayo….nglamuni apa?” tanya Dinda sambil menyikutnya. “Kepo! Banget kamu!” kata Shifa sambil diikuti tawanya yang hampir meledak. “Anak ini kenapa?” tanya Bella sambil bergidik badannya. “Tau… si Shifa.” jawab Dinda sambil terheran-heran melihat tingkah laku teman sebelahnya.  Sekolah tugasnya kalau tidak berkelompok, mendengarkan guru menjelaskan lalu tertidur, main gitar di dalam kelas dan leganya pulang. Hanya aktivitas-aktivitas itu yang dilakukan kelas X-A dan hanya beberapa anak yang mengikuti pelajaran hingga habis.


            Eh ada tugas?. Pesan singkat datang kembali. Shifa kembali terkejut. Enggak ada, tapi tugas agama jangan dibuat santai. Balasan singkat Shifa serasa menjadi ancaman bagi Adi. Adi yang membacanya sedikit bergidik, lalu menganggukan kepalanya dan mengetik kembali. Iya-iya… itu bakalan beres di tanganku. Pesan singkat kembali masuk.
Oh ya, gimana tandingnya tadi?
Ya jelas menanglah!
Emang berapa scorenya?
20-10.
Wih.. keren…
Siapa yang keren? Aku pastinya ;)
Huh! Dasar, GR banget! Yang keren itu scorenya.
Hahahaha :D iya,iya.
            “Enggak bisa berehenti senyum.” kata Shifa dalam hati lalu menarik nafas dalam-dalam untuk tidak melompat-lompat kasur karena terlalu bahagia akibat SMS dari Adi yang menggelora dan membahana. Melakukan kirim-mengirim pesan singkat itu berangsung lama sekali…. Hingga Shifa tertidur.
            Keesokan harinya saat Shifa terbangun, handphonenya tiba-tiba berdering kembali. “Adi lagi..” ungkap Shifa lalu tersenyum. Keheranan menjalari diri Shifa akan Adi. Apakah Adi benar-benar mengerti betapa Shifa memujanya dan apakah Adi benar-benar memahami tingkah laku Shifa yang selalu menginginkannya. Sehingga hampir setiap saat diSMSin. Dan  setiap Shifa berbicara Adi dalam volume apapun Adi hampir selalu memahaminya dan selalu melirikan matanya pada Shifa dengan tajam sehingga Shifa sedikit salting yang pertama dan takut akan ucapannya jika menyakiti perasaan Adi sehingga menimbulkan salah paham.
            Hari-hari Shifa dihiasi dengan ribuan pesan singkat Adi. Tidak tahu betapa cepatnya Adi memahami perasaannya. Mungkin naluri lelaki atau mungkin-mungkin yang lain. Pesan singkat itu datangnya sangat cepat dan hebat sehingga tidak serasa perjalanan akan kedekatan Shifa dan Adi menimbulkan sebuah masalah. Yaitu saling mencintai…
            Hingga di hari dimana sebuah ketidak salah pahaman anatara Shifa dan Adi terjadi. Karena sebuah tugas yang memberatkan dan menyusahkan. Yang menimbulkan sedikit ada jarak yang memisahkan. Tetapi mereka tidak ingin berjalan berlama-lama dengan jarak yang jauh sehingga Adi meminta ma’af kepada Shifa.
Aku minta ma’af yang kemarin. Kamu mau apa? Pasti aku turuti. Aku janji.
Aku tidak mau apa-apa.
Kamu mau ice cream?
Tidak, aku tidak butuh itu. Yang aku inginkan adalah kamu seperti dulu tidak pernah menyepelekan tugas.
Kalau itu maumu. Aku janji
Tapi kalau kamu mau ngasih aku ice cream aku setuju hehehe.. *cari gratis
Anak cewek tidak mau dirugikan
Betul sekali.
Habis beli kamu maukan nyuapin aku di kelas.. Hehehe ;)
Hah! Busyet loe
            Hidup tanpa membaca pesan singkat dari  Adi. Membuat Shifa sedikit gila dan liar. Tetapi pesan singkat tersebut selalu membanjiri hari-hari Shifa sehingga membuat hari menjadi lebih berwarna dan semangat dan juga semakin ceria. Seperti hidup di negeri dongeng. Melihat wajah Adi saja membuat hati semua orang tidak hanya Shifa saja menjadi meleleh seperti coklat yang dipanaskan dan menjadi manis. Apalagi yang sekarang selalu diperhatikan oleh Adi seperti Shifa tidak bisa dibayangkan setiap harinya akan selalu menjadi permen kapas yang tidak hanya manis dan empuk tapi juga menenangkan dan selalu bewarna setiap saat.
            Karena mungkin terlalu perhatian Shifa dan Adi selalu mengupdate status mereka, menyapa di social media, seperti memberi pengumuman kepada semua orang untuk mengetahui hubungan yang mereka jalani. Tapi Shifa masih belum yakin untuk mengatakan bahwa Shifa milik Adi karena Adi belum mengatakan perasaannya hingga…. Entah. Gara-gara kemarin menyapa Shifa di social media ada seorang fans Adi adik kelasnya di SMP marah ke Shifa soal kedekatannya dengan Adi. Bahkan Shifa selalu diteror bahkan hampir di hack akunnya. “Kakak itu cewek barunya kak Adi ya?” tanya fans Adi. “Enggak, kaka Cuma temannya kok. Tidak lebih.” balas Shifa dengan rasa deg-degan saat membalas pesan tersebut. Fans Adi tersebut terus menanyai Shifa hingga hampir frustasi menjawabnya. Hingga di titik akhir Shifa melimpahkan pertanyaan tersebut kepada Adi kembali.
            “Gimana ini, aku diteror sama adik kelasmu. Pertanyaannya hubunganku sama kamu apa?” tanya Shifa lewat pesan singkat.” Ya gampang jawabnya Shif, Bilang hubungan kita saat ini apa lho!*wink” jawab Adi. Shifa yang masih bingung apa yang harus ia jawab menimbulkan berbagai macam masalah dan kestressan. “Kalau takut di terror, gimana kalau kamu pakai akunku dan pura-pura kamu jadi aku yang ngasih pengertian ke adik kelasku kalau aku sama kamu tidak ada hubungan yang terlalu lebih.” tawar Adi. “Gimana caranya?” balas Shifa yang sedikit karena Adi memberinya solusi yang bagus. “Tukeran password twitter mungkin.” jawab Adi dengan emote bingung. Shifa berfikir keras apakah ia akan setuju dengan tawaran tersebut karena mungkin dengan bertukar password akun Shifa yang ada rahasia tentang sesuatu hal akan mudah diketahui oleh Adi. Tetapi ia juga bingung dengan yang dilakukan oleh adik kelas Adi yang ingin tahu segala sesuatu tentang kehidupan dia yang membuat adik kelas Adi menjadi penasaran bahkan menimbulkan terroran yang mengerikan. Hingga Shifa memutuskan setuju untuk bertukar password akun twitter dengan Adi. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar